Monday , December 16 2019
Breaking News
You are here: Home / Sejarah

Sejarah

Latar Belakang

Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 didirikan pada hari Senin, tanggal Sembilan belas Juni duaribu enam (19-06-2006) dikukuhkan berdasarkan Akte Notaris Nomor 57 tanggal 19 Juni 2006 Notaris : Yus Riwayati, SH. MH. Notaris Kabupaten Brebes yang selanjutnya disebut Yayasan

Yayasan bertujuan mengembangkan Pendidikan, Pengajaran Agama Islam dan pengetahuan umum. Untuk mencapai tujuan tersebut yayasan ini berusaha mendirikan sekolah – sekolah mulai dari sekolah dasar, menengah, sampai dengan Perguruan Tinggi.

Perjalanan dan perkembangan Yayasan mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat, sehingga Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 sampai sekarang telah mengelola  pendidikan formal yaitu:  pendidikan dasar mulai dari TK, SD/ MI dan SMP/ MTs hingga pendidikan Menengah (SMA, Aliyah, SMK dan Muallimin Muallimat) dan Perguruan Tinggi (AKPER).

Dalam rangka melengkapi wadah pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 merencanakan berdirinya satu Perguruan Tinggi lagi dibawah naungan Yayasan yang lebih mewadahi alumni untuk dapat meneruskan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi dengan spesifikasi keagamaan.

Usaha untuk merintis berdirinya Perguruan Tinggi  tersebut akhirnya dapat direalisasikan  pada 2012 dengan nama Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah 2 dengan membuka dua program studi yaitu program studi Ahwal al Syakhsiyyah (HKI/AS) dan Ilmu Al Quran dan Tafsir (IQT).  Dengan menempati gedung STAIA yang telah ada, maka perkuliahan perdana dimulai.

Dengan berkembangnya STAI Al-Hikmah 2 maka pihak Yayasan mengajukan Izin Operasional kepada Dirjen Pendidikan Agama Islam dan kemudian mendapatkan izin pembukaan progam studi Ahwal Al-Syakhshiyyah (AS) dengan Keputusan Dirjen Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor : Dj.I / 149 / 2012. Program Studi itu berstatus Terdaftar pada Departemen Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi No 547 Tahun 2019.

Pada tahun 2016 Program Studi Ilmu Al Qu`an dan tafsir di non aktifkan berdasarkan pertimbangan dan kesepatakan pimpinan STAIA dengan persetujuan Senat STAIA. Hal ini didasarkan pada beberapa faktor salah satunya adalah tidak terwujudnya rasio dosen tetap sesuai ketentuan pemerintah pusat. Selama 6 tahun STAIA lebih banyak berusaha mempertahankan keberadaannya. Dengan memperkaya rasio dosen tetap pada Program Studi Ahwal al Syakhsiyah (HKI), dan mengutamakan eksistensi dan kualitas mahasiswa. Walaupun belum mampu menambah Program Studi baru yaitu Program Studi PGMI dan Hukum Ekonomi Syariah. Sampai dengan tahun akademik 2016/2018 keadaan STAIA dapat dilihat dari berbagai sudut pandang perkembangan yaitu :

  1. Keadaan Sekolah Tinggi, Program Studi, Jenjang Program dan Status

Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini belum terdapat peningkatan jumlah program studi yang terakriditasi, baik dari segi jumlah maupun nilai. Hal ini terjadi karena beberapa permasalah intern yang ada di STAIA, khususnya terkait managemen dan sistem pengelolaan STAIA. Dari mulai pimpinan maupun staf serta dosen tetap. Namun demikian, berdasarkan musyawarah majelis pengasuh dan pengurus yayasan pendidikan pondok pesantren Al Hikmah 2, ditetapkan harus adanya perubahan dan perombakan pimpinan dan pengelolaan agar supaya terjadi pembenahan demi keberlangsungan aktivitas STAIA. Maka pada tahun 2016, diputuskan pergantian ketua STAIA. Dari tahun 2016 banyak hal yang dilakukan, antara lain pengankatan waka, staf dan dosen sesuai dengan keahlian dan kompetensi. Sejak tahun 2016-2018 dosen tetap berNIDN baik sesuai prodi maupun tidak.

  1. Keadaan Mahasiswa Tahun 2014-2018

Saat ini jumlah mahasiswa yang aktif adalah 101 mahasiswa. Jumlah mahasiswa baru rata-rata 20-40 per tahun dan bersifat fluktuatif. Sebagian besar mahasiwa baru berasal dari SLTA-SLTA disekitar Kodya dan Kabupaten Brebes. SLTA pemasok yang lain adalah dari Jawa Barat dan luar Jawa. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hikmah 2 Brebes memiliki heterogenitas dalam hal latar belakang sosial, budaya, politik, ekonomi, tingkat pengetahuan agama Islam. Untuk tahun-tahun mendatang diperkirakan akan terjadi pergeseran proporsi dengan jumlah mahasiswa baru asal Tegal Brebes berimbang dari Daerah lain di Jawa Tengah.  Khusus mahasiswa baru asal Brebes Selatan juga diprediksikan juga meningkat.

  1. Keadaan Tenaga Edukatif

Dosen merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Menyadari betapa penting peranannya, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan, maka pihak Sekolah Tinggi secara terus menerus dan secara simultan mendorong dan memberi peluang yang seluas-luasnya untuk melakukan pengayaan wawasan keilmuan baik melalui institusi maupun usaha mandiri; melakukan perbaikan penataan administrasi kepegawaian, pengiriman dan menyertakan pada kegiatan-kegaiatan ilmiah, dan pengembangan bidang minat.

Comments are closed.

Scroll To Top