Friday , December 14 2018
Breaking News
You are here: Home / Berita / Membangun Budaya Akademik di PTKI

Membangun Budaya Akademik di PTKI

 

Parepare (DIKTIS) — Untuk memperkuat budaya akademik yang bermutu baik, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam melalui Subdit Pengembangan Akademik melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion di Parepare, 10-12 November 2016 dengan mengundang pimpinan PTKI yang berasal dari wilayah timur Indonesia dan diisi oleh narasumber Prof. Ahmad M. Sewang, Wahyudin Halim,Ph.D dan Prof. Azhar Arsyad.Dr. Muhammad Zain selaku Kasubdit Pengembangan Akademik mengawali sambutannya dengan menekankan bahwa membangun budaya akademik adalah persoalan kita semua. “Generasi yang sedang kita didik ini adalah generasi baru, perlu ditangani dengan proses pembelajaran yang berbeda. Tantangan yang dihadapi adalah teknologi yang semakin canggih dan saling menghubungkan para mahasiswa, ini perlu dimanfaatkan sebagai budaya akademik dan pembelajaran yang berkualitas seperti grup-grup diskusi yang tersambung satu sama lain” Jelasnya.

“Saya harap 35.500 dosen kita di PTKI, mampu berbalas buku dalam menyampaikan gagasannya. Kritik terhadap pendidikan kita ini adalah belum mampu menelurkan manusia yang otentik, tapi manusia yang penuh kepalsuan. Menjadi sebuah harapan kita semua pendidikan yang kita terapkan ini mampu menelurkan manusia-manusia yang otentik pemikirannya. Pertemuan ini semoga membuat kita saling memperkaya dan memperkuat kita masing-masing”. Tutup doktor lulusan UIN Sunan Kalijaga ini.

Prof. Ahmad M. Sewang menuturkan budaya kearifan lokal dapat diterapkan dalam budaya pendidikan perguruan tinggi kita. “Budaya akademik yang bersifat universal karateristiknya seperti: Keterbukaan, mengedepankan literasi, menghargai pendapat orang lain dan sikap profesional serta memiliki wawasan yang luas dan karakteristik ini termuat dalam kearifan lokal contohnya di Sulawesi yang terkenal karena budaya lautnya” Jelas guru besar UIN Alauddin Makassar ini.

Meningkatkan budaya akademik yang berkualitas seperti yang diungkapkan oleh Wahyudin Halim, Ph.D banyak metodenya. “Membangun budaya akademik dengan publikasi karya ilmiah dengan cara mendorong budaya membaca, budaya menulis, budaya menghargai orang lain, budaya berbagi, budaya jujur (tidak plagiat), dan budaya dialog (dialektika)”. Demikian ungkapnya.

“Ikutilah orang yang tidak meminta upah” adalah kalimat pembuka yang diucapkan Prof. Azhar Arsyad saat mengawali sesi materi Tradisi Akademik di PTKI. Profesor yang akrab dipanggil Prof. Azhar ini menggaris bawahi budaya akademik yang harus dipelihara seperti spirituality, civility, inner capacity, computer literacy dan english language capacity skills. (dnt)

About Nafsiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top